27.9.02

jam..waktu .. berpacu
ini hari hari ini
besok hari hari besok
hari ini hari besok
dan saat mata tertutup aku menggeser dimensi waktu
sekarang ini tak ada
nanti itu sekarang
dan mulai lah wajah di tinggalkan
kenangan-kenangan diasingkan
tik tik tik detik berlari meninggalkan tawa tangis dan masa
tik tik tik aku diam melihat roda berlari

dan dicabiknya berkas-berkas kesenangan hari ini, tak ada wajah untuk disimpan dalam album mimpi
dipukul-pukul di cerca di sobek baris perbaris kalimat-kalimat..
jam 1 aku beringsut mendekati jam dua aku berhenti bernafas jam tiga aku menerjang jam empat aku terjungkal jam lima aku tertatih
jam enam aku berjalan lagi jam tujuh aku berteriak jam delapan aku mencuat jam sembilan kau bersandar jam sepuluh aku berlari
jam sebelas aku melihat jam dua belas aku mati

besok lusa aku akan tiba
dan hari ini aku sedang tiba
kemarin aku sudah lupa
hari ini aku tak lagi kemarin
tik tik tik waktu berdenting tipis
angin berputar
tik tik tik... aku mencibir di cibir waktu
jangan ada disini lagi lusa nanti

25.9.02

dimana aku berada? kuburku tak bernisan ..
siapa aku ? jasadku tak bertubuh
dan terbang - terbang tinggi energi melayang di atas langit
tak ada mereka atak ada kamu
aku adalah semesta sunyi
aku adalah pencipta kesunyian

kemana langkah? jalan tak berujung
dimana aku ? langkah tak berakhir
dan berjuta wajah aku hadirkan mengisi sudut lorong waktu
nama-nama bermunculan saling mengingatkan
jangan lupakan kami..jangan bunuh kami di sudut gelap
lalu aku tertunduk dan terbang setinggi bintang
dimana kalian bisa melihatku tetapi aku tak pernah ada disana

19.9.02

..aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu..
tapi kau takkan pernah tahu

-pupus-
..terimakasih buat robert kiyosaki, john naisbit, stephen hawkin, dan harun Yahya..

btw, rich dad poor dad.. is a good book

menggambar wajahmu di dinding dinding
menyebut namamu dalam isapan udara
hanya kamu-hanya kamu kenapa tak pergi
dan bunga bunga mulai terbang menjauh kebumi yang sepi

melukis waktu dalam uraian kata-kata indah
berdiam ditengah lampu-lampu malam menjadi sosok yang sendiri
dalam keremangan ini banyak sisa hari yang terfikirkan
yang lalu yang sekarang dan akan datang

menjura-jura pada kata-kata
oh sayang ku beri aku waktu untuk berfikir lebih banyak lagi
jangan kau luluh terlampau jauh
pelukku masih terbuka untuk itu
memanah malam malam dipanah panah-panah api panas api panah
kakiku rentan kaku terkungkung rantai merantai kaki hingga kuku terkaku kaku
lambat berjalan aku dijalan yang tadi dan kemarin dijalani
malam terluka bernanah lendir kenikmatan menetes diubun-ubunku
malam memekik kepanasan tertusuk duri-duri panah yang menyala panas
kaku kaki ku terkungkung rantai tak bisa berseru
malam runtuh dikepalaku aku terantuk batu ngilu membiru aku terharu
malam menyibak jangan aku dibangunkan agar matahari tak merindu
crik crik suara rantai terseret jauh sejauh jalan yang dijalani ku dahulu
malam bersedih terluka aku bersedih kehilangan arah
malam menggelap malam terpanah bulan bersedih bulan terpanah
aku terpana lesi putih seputih air susu , aku menangis sedalam cinta
dan kaki kaku ku melangkah tak jauh , hanya berputar di dalam malam luka
jalan ini jalan ku yang dulu-dulu, jalan ini jalan yang selalu buntu
malam terluka malam berdarah malam bernanah nikmatnya mengenai kepalaku
aku tertidur merindu matahari , aku menangis merindu matahari
malam bersedih malam bersedih malam bersedih
aku melempar busurku menangis bersama malam

16.9.02

perawan
bertopang dagu mengawan awan
berbasah-basah bibir dibasahkan
gaun merah darah terbang mengembang kembang
biru merah wajah disamarkan
dimana , mana?.. ada cinta menyangga bulan
dan ksatria sejati pujaan hati
berkuda jauh ke negeri-negeri mimpi
senyum pipih dan aku terpatri

perawan
mencari cari jati diri didalam almari
yang sobek lama sudah terlempar tersisisih
lari berlari dibatas hari, senja menari hati menari
pujaanya tiba dibalik mentari
terbang terbang lah kau melampaui tinggi
bentangan sayap lengkap mulai lenyap
langit meneduh , tawa bintang langit gemerlap
pada malam yang gelap aku terikat

perawan
tertawa riang canda dan rasa
mencumbu-cumbu kata-kata
aku menggigit-gigit luka
dia memanah-manah cakra-cakra kemalam jingga
ksatria memeluk bak ksatria raja dunia
perawan manis , perawan cinta
perawan dalam cawan anggur diatas awan
dalam goresan kalbu, torehan rasa
hanya kata yang mungkin tak pernah sapa
aku terpaut tergantung merasa rasa






Dengan seribu gunung langit tak runtuh dengan seribu perawan
hati tak jatuh dengan seribu sibuk sepi tak mati dengan
seribu beringin ingin tak teduh. Dengan siapa aku mengeluh?
Mengapa jam harus berdenyut sedang darah tak sampai mengapa
gunung harus meletus sedang langit tak sampai mengapa peluk
diketatkan sedang hati tak sampai mengapa tangan melambai se-
dang lambai tak sampai. Kau tahu?


Kita tersenyum bukanlah kerna bersandiwara.
Bukan kerna senyuman adalah suatu kedok.
Tetapi kerna senyuman adalah suatu sikap.
Sikap kita untuk Tuhan, manusia sesama,
nasib, dan kehidupan.

Kita tidaklah sendiri
dan terasing dengan nasib kita
Kerna soalnya adalah hukum sejarah kehidupan.
Suka duka kita bukanlah istimewa
kerna setiap orang mengalaminya.

Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
Hidup adalah untuk mengolah hidup
bekerja membalik tanah
memasuki rahasia langit dan samodra,
serta mencipta dan mengukir dunia.
Kita menyandang tugas,
kerna tugas adalah tugas.
Bukannya demi sorga atau neraka.
Tetapi demi kehormatan seorang manusia.


WS. Rendra, Sajak-sajak sepatu tua,1972
you don't have to wait
the sign have passed
look at the edge of the bridge
if the river flooded then it's all a joke
what will be if you jump ?
and the story takes its turn
..and leaves a broken man

and such flower with no desire to fly
not called beauty if it well hidden inside
not called live if its just for fun
look at those brick that falls down to the bottom of the creek
it'll be story for one or two days, and next just fade..
so don't sleep inside your perfect building
nothing'll change .. nothing

and if you decide to dance inside
and yell at the sun
so what the use .. snoring against the wind..
better swim across that creek
it'll be something to remember ..
and all the talk and talk and talk ..will only come to denial
and not a single word that really moves the world

hey, play the music
I got everything that you ever really need
hear my sound, hear me barking
and love me in the way sun hold us
in the way wind sniff our top of the ears
..in the way ant go march across our universe
in the way all the greatest thing we never think twice
and start to get out of your shell .. your view already very shallow
and i's just not a proper you to be introduce at
..it's not even your shadow





And I dress like his
to be a man of some miracolous dream
to be suck in beneath your vein
and the dance we play is the dance of wisest game
and still I know that will fit quite nasty

And I dress like this
no one is near to smell my skin
no one care if I swim with no fin
and what will be if all the fish I win I store in your dam
some thought of joy I'll share for you heavenly

And I dress like this
all my innocent swallow my sin
it's my honour to be in your place, i would dream
and suck my nerve , forbid me to swim
and why do I stay if the waves just go by

And the rain I feed is some rain you share
if all the wind could lay you down to the shore
makes you sleep a while
I'll be dress up for you in the same colour of those weather
and the year will hold up betterly


touching demon
I wish I could draw the blood spilled
and paint the tears of the huge beast
It's come to end, it's must die
one and two dagger scrap the flesh
that eyes glittering
and demon falls
... but why does it's cry ?

15.9.02

AKU TAK TAHU
RASA APA INI ?
INGIN TERSENYUM
TAPI TERSENTUH LUDAH
INI INDAH
TAPI MENGAPA SAKIT ?
INI SAKIT
TAPI MENGAPA INDAH?
AKANKAH SATU HATI TERLUKA LAGI ?
kenapa ada banyak warna yang berbeda di tempurung kepalaku
dimana berjalan keakuanku yang dulu cukup tergambar
dan garis tegas tebal itu sudah berbelit belit
lidahku kelu , mataku kaku , hatiku beku sebeku salju
dan aku sudah terlampau liar di padang rumput tandus
padahal sudah semakin dekat dengan tanah badanku terbungkuk
terlambat saat aku menggila pada bintang bintang
dan cinta kini aku hampirkan disebelah keberanian dan jalan hidup
aku menyerahkan nyawaku pada kemudi waktu saja saat ini
berharap pada nama-nama untuk segera memelukku
agar tak terlalu jauh bermain dalam lingkaran waktu api
disini hangat, dan salju hati ini tetap beku
disini beku dan api darahku tetap panas
dan warna-warna itu menjauh dan mendekat dalam irama yang menghentak
dalam permainan-permainan yang mereka ciptakan
dalam garis-garis pola yang berbeda
dalam cahaya-cahaya yang sangat indah
..disini sepi aku mengagumi warna

12.9.02

if I should fall into deepest throat
and I'll be lying confilly in your stomach
after the hours of talking talking talking
perhaps my taste wont be that sour
or should I say .. I'm not that nasty little brat no more
so ... what to waste?

8.9.02

menatap kamu dalam keremangan senja
dalam celah-celah udara yang mulai gelisah menusuk
pejamkan mata bila kamu ingin memelukku
dalam benak ku kamu menyentuh ku dengan kasih yang dalam
dengan irama yang mengalun mencabik air mata
dan kegelapan yang perlahan turun menutup kesadaran
membawaku jatuh semakin dalam ke jurang-jurang kesendirian

senyum-senyum yang bermain-main dalam tempurung otakku
berlarian menuju langit senja ... terbang dengan cepat mengelilingi diriku
kamu hanya menyibakan rambut dan terbang menuju bulan
peluk aku..peluk aku teriaku dalam bisikan yang sunyi
dimana ada hitam... tak ada lagi benda ..tak ada lagi wajah
dan malam telah memeluk tubuhku dalam kehangatannya

apa yang hendak di utarakan
bayi mungil sudah di buang kedalam perut bumi
ajakan-ajakan bercumbu dalam genangan lumpur
dengan apa lagi orang harus menangis mencari jawaban?

apa yang dijadikan warna ?
matahari berpijak pada kesepakatan untuk membunuh dirinya pelan dengan menyinari kita
atau warna lautan yang entah apa tak pernah bisa ku merekamnya
atau warna kesedihan beberapa bagian orang di sisi-sisi yang berbeda

dan pelangi adalah kilau kemewahan
cinta diperjualbelikan dalam kata-kata tanpa batas
keriunduan yang sederhana menjelma dalam wujud-wujud anak-anak jaman
dimana angin berputar-putar dan putaran yang berangin-angin

ada apa dengan wajah yang sendu
memakan benih benih tubuh mu bersama ulat-ulat tanah
membuang bayi-bayi yang kita ciptakan bersama kedalam arus jeram
kemana akan pergi ..kemana akan mati waktu yang banyak kita jalani

dan cinta dilahirkan kembali dalam wujud dan warna yang kekal

5.9.02

cinta itu hanya loncatan listrik sementara yang mengalir dalam sensor motorik
hmm .. hanya segitu saja definisi cinta ?
percuma aku membuang waktu berfikir kosmos
percuma aku menyelam dalam selubung partikel-partikel yang membuat segala benda jadi tak ada
percuma aku menjadi pusat alam semesta
jika cinta yang semula aku bayangkan bagaikan awan nebula yang berputar membentuk alam semesta
jika cinta yang aku bayangkan adalah ledakan raksasa yang membentuk bimasakti
jika cinta hanya seonggok fisika material yang bergerak dalam rongga-rongga saraf dengan gerakan pulse
dengan kecepatan cahaya berupa energi
.... ah ternyata tak percuma
sementara adalah waktu relatif , selalu bisa diperpanjang
dimensi adalah relatif
dan cinta adalah relatif
jika wujud ada adalah tak ada
maka cinta adalah wujud tak ada yang ada
jika partikel bergerak maka cinta pun bergerak
jika kutub bumi bergeser dari sumbunya setiap jutaan tahun untuk menimbulkan chaos
maka cinta pun menimbulkan kekacauan
jika segala hal di alam ini berjalan dalam aturan order law
maka cinta adalah ketidak beraturan
jika dna-dna kita adalah syntax program yang bisa di edit
maka cinta tak bisa di edit
... lalu ... jika cinta adalah kesederhanaan itu adalah kompleksitas
maka cinta adalah kekompleksan yang paling sederhana
..dan ketika signal motoris kita bekerja
dan indera kita memicu jantung dan membenihkan rasa cinta
maka alam raya pun bereaksi
dan dunia kamu akan membuat konsensus keberadaan cinta itu
dan cinta kamu menjadi abadi selama kamu menahan laju pulse cinta berjalan
..dan cinta sungguh telah membuat dunia menjadi beda.
aku sudah tak lagi menoleh
bahkan tak menyisakan satu kedip pun
aku tak lagi menyusu pada kamu
dan riak awan itu sudah di terpa hujan dan lenyap dalam kabut

dan aku sudah tak lagi enonton nyanyian kamu lagi
sudah cukup perutku sakit
tak ada air mata atau sepotong kata lagi yang bisa kuberikan
hanya matahari yang akan membakar kulitmu lalu kamu terbangun

dan sudah lah aku masih ada cinta untuk di raih
masih banyak .. terlalu banyak yang menitipkan matanya padaku
jangan lagi menutup mata untuk sejumput kebodohan
dan berhentilah mengais sampah ditumpukan emas