sayang,
mungkin sekian lama aku terlalu yakin pada satu hal, pada cinta. Terlalu idealis dan naif.
ketika aku berpegang pada itu aku selalu yakin aku baik-baik saja.. kita baik-baik saja
lalu mulailah aku tidak melihat lebih jauh pada kenyataan dan permasalahan, karena cinta melahirkan tuntutan
seperti segala hal yang melahirkan konsekuensi, aku dilahirkan untuk menyerap kenyataan
aku ditakdirkan untuk mencium angin, mungkin karena itu yang ku mau tanpa aku sadari.
Setelah aku memberikan semua ,akulupa untuk memberikan yang terpenting
aku lupa memberikan cinta
16.5.03
14.5.03
kawan, aku disakiti lagi
setelah aku melimpahkan semua keyakinan
ketika aku mencurahkan bahwa ini adalah segalanya
dengan berjuta-juta alasan yang membuat kamu tak lagi tau apa isi hati itu
yang tak lagi peduli jika aku menahan pedih
dan aku mungkin bukan pada waktu yang tepat saat ini
aku akan mati.
setelah aku melimpahkan semua keyakinan
ketika aku mencurahkan bahwa ini adalah segalanya
dengan berjuta-juta alasan yang membuat kamu tak lagi tau apa isi hati itu
yang tak lagi peduli jika aku menahan pedih
dan aku mungkin bukan pada waktu yang tepat saat ini
aku akan mati.
6.5.03
lalu belahlah dadaku yang berdegup kencang secepat deru angin yang menyibak rambut hitammu
terlalu lelah aku menahan darah didalam tempurung otak ini, terlalu penat keringat membasahi ketiakku..aku ingin bereteriak
ada kamu disini didalam mimpi, adakah kamu pernah bermimpi bunga di atas bangku taman ?
kemana berpindah mutiara yang lama menyinari senyumu
aku mau ciummu membasahi bibirku selama-lamanya
aku mau hangat nafasmu yang membaluri leherku.. bukan darah2 yang tersembur kencang berharap kamu disitu
bunuhlah keinginan untuk bersatu ini
hanya ada wangi bunga di taman yang luas
dari berjuta bunga aku bisa bermandi kan pelangi
aku memegang banyak cawan saat ini
maukah kamu tetap menjadi matahari ku ?
dan akan tetap kupelihara darah ini sampai kamu memutuskan leherku dan menusuk jantungku..
atau aku yang mulai meminum anggur..
terlalu lelah aku menahan darah didalam tempurung otak ini, terlalu penat keringat membasahi ketiakku..aku ingin bereteriak
ada kamu disini didalam mimpi, adakah kamu pernah bermimpi bunga di atas bangku taman ?
kemana berpindah mutiara yang lama menyinari senyumu
aku mau ciummu membasahi bibirku selama-lamanya
aku mau hangat nafasmu yang membaluri leherku.. bukan darah2 yang tersembur kencang berharap kamu disitu
bunuhlah keinginan untuk bersatu ini
hanya ada wangi bunga di taman yang luas
dari berjuta bunga aku bisa bermandi kan pelangi
aku memegang banyak cawan saat ini
maukah kamu tetap menjadi matahari ku ?
dan akan tetap kupelihara darah ini sampai kamu memutuskan leherku dan menusuk jantungku..
atau aku yang mulai meminum anggur..
